Selasa, 18 Agustus 2009

Gunung Puntang

Sore itu terasa begitu begitu dingin, tiupan angin yang mampu membuat bulu kulitku berdiri. "Ih dinginnnya" kataku dalam hati.
Aku sengaja datang ke gunung itu selain kangen dengan panorama alamnya yang membuatku hilang segala penat pikiranku dengan setumpuk tugas keseharian yang kadang membuatku jenuh; Juga punya misi dari bosku mengawasi dan membimbing anak didikku yang sedang mengakhiri pelaksanaan PPS sekalian tadabur alam.

Aku datang ke gunung puntang sekitar jam 15.00 an menggunakan sepeda motor paforitku setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan. Perjalanan diawali dari kota hujan singgah di tempat kerja baru perjalanan ku lanjutkan ke gunung puntang, tidak banyak yang aku bisa kerjakan sore itu hanya bertanya pada kakak kelasnya yang kebetulan saya jumpai disana dan bencuap-cuap dengan beberapa orang maba tentang seputar kesehatan mereka.

Sore itu aku benar-benar terhanyut dengan keindahan gunung puntang pikiranku terbang kesana kesini, entah berapa menit aku terhanyut baru ku sadar setelah hembusan angin dingin menghentakkan lamunanku.. oh ternyata sudah maghrib.

Aku lelah, letih tetapi semua itu hilang manakala rasa bangga didadaku pada mahasiswaku..... dengan penuh kesabaran, keuletan dan kegigihan mereka setapak demi setapak mereka mampu mencapai keinginan... demi kesuksesan maba. Pekatnya malam... hembusan angin dingin... kilauan bintang dilangit menambah kekhusuanku bersama mahasiswaku tuk bersimpuh dihadapanmu... zikirku zikirmu mahasiswaku semoga dapatkan cita2mu dikemudian hari, banggakan orang tuamu... aku hanya seseorang yang ingin wujudkan keinginanmu tuk menggapai bintang dilangit...

Gunung puntang saksi bisu dimana kamu berjuang sekuat tenaga tuk wujudkan asamu... perjuanganmu disini bukan akhir perjalananmu tetapi awal perjuanganmu tuk wujudkan impianmu, berjuanglah anakku impianmu telah menantimu disebrang sana...

Tidak ada komentar: